Siapa yang tidak tahu biskuit Oreo? Biskuit dengan ciri khas memakannya yang “diuptar, dijilat,dan dicelup” ini telah diproduksi oleh Nabisco sejak tahun 1912. Namun siapa yang sangka jika kandungan dalam Oreo sempat dicurigai mengandung bahan melamin yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini disebabkan ditariknya produk-produk antara lain Cadbury, Snickers, dan juga Oreo buatan China September lalu.
Menghadapi rusaknya nama Oreo di mata masyarakat, marketing Oreo Indonesia melakukan suatu strategi dalam beriklan yang mencolok. Iklan Oreo di Indonesia awalnya selalu diakhiri dengan slogan “bangga Buatan Indonesia.” Slogan ini diharapkan dapat memberitahukan masyarakat bahwa Oreo yang ada di Indonesia merupakan Oreo asli buatan Indonesia. Namun strategi marketing ini rupanya kurang begitu mengena di mata masyarakat hingga Oreo Indonesia menampilkan iklan yang lebih rinci. Iklan ini ditayangkan mulai bulan Desember lalu dimana pada iklan yang diperankan oleh Ferdy Hassan ini menceritakan suatu proses perjalanan pemeran melihat langsung pembuatan Oreo di Indonesia. Iklan tersebut secara jelas menggambarkan suasana pabrik yang higienis dan terjamin kesehatannya.
Strategi marketing seperti yang ditunjukan Oreo Indonesia melalui iklannya yang terbaru, memang langkah yang baik. Mulai dari pemilihan pemeran yang cocok hingga alur cerita yang menitikberatkan pada keterjaminan Oreo, dimulai dari proses kedatangan ke pabrik tersebut. Suatu produk sekelas Oreo memang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi dan strategi pengiklanan yang ditujukan kepada audiance dewasa, yang merupakan langkah marketing dan advertising yang luar biasa. (Untung Karyadi)
