“Ketik reg (spasi) ....kirim ke ....” Anda pasti sering melihat dan mendengar iklan seperti itu bukan? Mulai dari SMS dengan artis idola, menentukan jodoh, sampai menentukan nasib dan pekerjaan dengan bantuan dari para peramal seperti Mama Lauren, Dedy Corbuzier, Ki Joko Bodo, dll. Mungkin pada awalnya tidak ada masalah dengan munculnya iklan-iklan tersebut, namun semakin lama iklan tersebut semakin marak bermunculan dan menawarkan topik-topik yang sudah tidak masuk akal sehingga terkesan membodohi pemirsanya. Salah satu stasiun televisi yang sering menyiarkan iklan tersebut ialah Global TV. Frekuensi penayangan iklan tersebut pun cukup sering, bahkan ditayangkan di jam-jam di mana anak-anak sedang menonton televisi. Contohnya ialah iklan sms yang dibintangi oleh artis Rahma Azhari dan Sarah Azhari, dalam iklan tersebut mereka menawarkan sms-sms mesra dari mereka, bahkan ada iklan tawaran berkenalan dengan para model-model yang pada iklan tersebut berpenampilan vulgar. Iklan semacam itu dapat menyesatkan dan merusak mental para anak-anak yang menonton iklan tersebut. Selain merugikan secara mental, iklan tersebut juga merugikan masyarakat karena layanan sms tersebut menghabiskan pulsa yang cukup mahal.
Komisi Penyiaran Indonesia telah memerintahkan kepada seluruh stasiun televisi untuk menayangkan iklan-iklan tersebut di atas pukul 22.00, bahkan ada iklan sms KI JOKO BODO yang dihentikan penayangannya karena iklan tersebut dianggap tidak sesuai dengan nilai agama karena memberikan janji untuk mengubah nasib seseorang. Dengan adanya peringatan dari KPI tersebut diharapkan agar stasiun televisi dapat memilih lagi iklan mana yang layak untuk ditayangkan atau tidak. (Ingrid Arviana)
Video-Video Iklan tersebut antara lain:
Komisi Penyiaran Indonesia telah memerintahkan kepada seluruh stasiun televisi untuk menayangkan iklan-iklan tersebut di atas pukul 22.00, bahkan ada iklan sms KI JOKO BODO yang dihentikan penayangannya karena iklan tersebut dianggap tidak sesuai dengan nilai agama karena memberikan janji untuk mengubah nasib seseorang. Dengan adanya peringatan dari KPI tersebut diharapkan agar stasiun televisi dapat memilih lagi iklan mana yang layak untuk ditayangkan atau tidak. (Ingrid Arviana)
Video-Video Iklan tersebut antara lain: