Hampir setiap hari kita melihat iklan, mulai dari iklan di televisi, majalah, koran, radio maupun iklan di billboard yang kita temui di jalan. Jika kita amati perkembangan iklan di Indonesia sekarang ini, beberapa perusahaan sudah mulai berani untuk menunjukkan persaingannya secara langsung dengan menyatakan sindiran-sindiran yang ditampilkan dalam iklan.
Ada beberapa contoh iklan yang menyindir produk lain, contohnya:
- Iklan permen kopi Espresso. Dalam iklan tersebut disebutkan "Kopi ko..song nyaring bunyinya..." ketika kita mendengar iklan tersebut pasti kita langsung menyadari bahwa iklan tersebut secara langsung menyebut merk permen kopi lainnya yaitu Kopiko.
- Iklan jamu Bintangin. Tagline dari iklan tersebut ialah "Semua Orang Boleh Minum" yang secara tidak langsung menyindir iklan Tolak Angin Sido Muncul yang memiliki tagline "Orang Pintar Minum Tolak Angin".
- Iklan motor Yamaha, dalam iklannya, Yamaha selalu melontarkan sindiran-sindiran terhadap motor lain dan menganggap motor Yamaha adalah yang paling irit. Meskipun tidak secara langsung menyebut merk saingannya yang kita ketahui ialah Honda dan Suzuki, tetapi Yamaha selalu menyebutkan ”.....dibandingkan dengan merk lain”.
Selanjutnya ialah iklan-iklan provider selular. Hampir semua iklan tersebut melontarkan sindiran-sindiran terhadap provider lainnya sehingga menyebabkan perang tafif selular. Ketika satu provider memberikan promosi atau penawaran tertentu, provider lainnya juga tidak mau kalah dengan memberikan tawaran lainnya sehingga iklan-iklan televisi televisi dipenuhi dengan persaingan-persaingan antar provider. (Teguh Prasetyo)